Sekilas Tentang Dodol Betawi

Dodol adalah salah satu ciri khas betawi yang tidak dapat dipisahkan. Sebagai salah satu Kue betawi, ciri khas dodol adalah warnanya yang Coklat kehitaman dan rasanya manis. Penampilannya memang tidak begitu eksotik  dan cenderung monoton. Cuma rasanya saja yang variatif. Sangat tepat menemani minum teh atau kopi pahit  di pagi hari atau menjelang sore. Dodol betawi biasa muncul pada hari raya besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Beberapa hari menjelang Lebaran, masyarakat Betawi sudah sibuk membuat dodol. Dodol diolah pada wajan berukuran sangat besar dan dimasak menggunakan kayu bakar. Dalam proses pembuatannya, dodol terus diaduk menggunakan kayu pengaduk yang panjang secara bergantian hingga matang.

dodol betawi

Beda dengan dodol dari daerah lain seperti Garut, Lampung atau Palembang yang biasanya diberi tambahan rasa buah, dodol Betawi hanya memakai gula jawa beserta santan.

Santan adalah elemen yang membuat gurih dodol. Biasanya unutk dijual, makin banyak santannya, maka dodol akan semakin mahal. Sekarang, Dodol Betawi bisa dikatakan hampir punah karena berkurangnya orang-orang yang mampu membuatnya sehingga harus di appreciate bagi mereka yang masih bertahan untuk terus melestarikan makanan khas betawi ini.

Yang membedakan antara Dodol Betawi dengan dodol dari daerah lainnya yakni Dodol Betawi hanya mempunyai tiga macam rasa yakni ketan putih, ketan hitam dan durian, sedangkan dodol dari daerah lainnya bisa memiliki hingga 12 rasa lebih.

Satu hal lagi yang membedakannya, proses pembuatannya memakan waktu selama delapan jam lebih lama daripada pembuatan dodol dari daerah lainnya, dan cara pembuatannya juga masih sangat tradisional, menggunakan tungku dan kayu bakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Search